Kesepian yang sebelumnya pernah dirasakan oleh hampir semua manusia yang ada di dunia, merupakan bentuk emosi yang dapat menjadi salah satu tanda dari masalah kejiwaan berat seperti depresi.Akan tetapi disisi lain, kamu juga perlu tahu bahwa kesepian tidak selalu menandakan depresi. Ada kesepian yang sifatnya wajar dirasakan oleh semua orang, ada juga kesepian yang menandai depresi. Lalu, apa bedanya merasa kesepian yang wajar dialami dan kesepian yang jadi tanda depresi? Simak di bawah ini bagaimana Sebenarnya kesepian karena depresi itu seperti apa, sih?

Kesepian merupakan sebuah keadaan di mana seseorang merasa hampa, sendirian, serta perasaan yang tidak diinginkan. Para ahli sepakat bahwa kesenian merupakan keadaan mental, bukan keadaan pada fisik seseorang. Banyak orang yang merasa kesepian padahal dirinya sedang berada di tengah keramaian atau di tengah orang-orang terdekatnya. Contohnya yakni adalah salah seorang mahasiswa baru yang merasa kesepian walaupun mungkin dikelilingi oleh teman sebayanya di kampus. Orang yang kesepian cenderung merasa terasing di tengah keramaian. Orang yang kesepian sering kali mendambakan kontak dengan manusia lainnya, tetapi keadaan pikiran yang kacau membuatnya lebih sulit untuk membentuk koneksi dengan orang lain.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. John Cacioppo, seorang psikolog di University of Chicago di Amerika Serikat, kesepian sangat berkaitan dengan genetik. Selain itu pengucilan, perceraian, dan kematian orang terdekat juga biasanya menjadi penyebab umum kesepian. Kesepian juga dikaitkan dengan faktor internal seseorang, contohnya memandang rendah diri sendiri akibat tidak percaya diri. Orang yang mempunyai kepercayaan diri yang kurang percaya bahwa mereka tidak layak mendapatkan perhatian dari orang lain. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan seseorang merasa kesepian atau terkucilkan.

Apa yang menjadi perbedaan kesepian yang wajar dan kesepian karena depresi?

Rasa kesepian terkadang berdiri sendiri dalam diri seseorang, tetapi tidak jarang menjadi salah satu tanda masalah kesehatan jiwa tertentu. Kesepian normal umumnya bukan masalah yang harus ditangani secara khusus. Sedangkan kesepian yang mengarah pada depresi membutuhkan penanganan segera agar tidak mengarah pada kondisi yang lebih parah. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan mendasar terkait kesepian yang wajar dan kesepian yang dikaitkan dengan depresi.

Kesepian Karena Depresi

Kesepian yang masih wajar biasanya bersifat subjektif dan tidak mempunyai indikator tertentu untuk dikategorikan sebagai kesepian. Hal ini disebabkan oleh adanya sebuah penyebab dan juga pada gejalanya yang bisa berbeda di setiap orang. Sedangkan rasa kesepian karena depresi biasanya jauh lebih rumit karena seseorang bukan hanya merasa sendiri, kesepian ini biasanya disertai juga dengan adanya gejala depresi secara umum. Untuk dapat melihat secara langsung bagaimana perbedaan kesepian di antara dua kasus tersebut, berikut ini merupakan beberapa gejala umum dari perasaan depresi yakni :

  1. Merasa tidak berharga dan tidak dipedulikan oleh siapapun. Kamu mungkin akan merasa hidup yang kamu jalani sangat buruk. Kamu selalu memikirkan kegagalan dan kehilangan yang pernah terjadi dalam hidup.
  2. Putus asa. Kamu akan menjadi orang yang sangat pesimis dan percaya bahwa tidak akan ada hal baik yang akan terjadi pada Anda.
  3. Gelisah berlebihan. Beratnya beban yang saat ini sedang kamu pikirkan kamu akan merasakan gelisah yang berlebihan di luar kendali Anda.
  4. Tidak tertarik melakukan apa pun. Hobi atau kegiatan yang biasanya kamu nikmati mungkin tidak lagi menarik bagi Anda. Bahkan hal ini juga berdampak pada kehidupan seks kamu dan pasangan. Saat seseorang merasa depresi, hasrat seksualnya bisa menurun drastis.
  5. Tidak mempunyai gairah. Kamu Mungkin akan merasakan diri kamu sangat lelah dan tidak bergairah. Kondisi ini biasanya mengarah pada terbengkalainya tugas dan pekerjaan sehari-hari.
  6. Sulit berkonsentrasi. Kamu Biasanya akan susah fokus, bahkan untuk hal sepele sekalipun. contohnya menonton TV atau membaca berita di internet.
  7. Perubahan pola tidur. Orang yang mempunyai gejala depresi biasanya mengalami perubahan jam tidur. Sekali waktu mungkin kamu bangun terlalu pagi, tapi di lain waktu mungkin kamu justru mengalami insomnia dan tidak bisa tidur semalaman. Ada kemungkinan juga kamu tidur lebih lama dari biasanya.
  8. Perubahan selera makan. tidak hanya tidur yang mengalami perubahan, selera makan kamu pun biasanya akan berubah menjadi tidak teratur. Kadang kamu juga selalu merasa selalu lapar, namun di sisi lain hal ini bisa juga terjadi secara sebaliknya, kamu tidak merasakan lapar sama sekali. Oleh karena itu depresi biasanya mengakibatkan kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis pada seseorang.
  9. Sakit dan nyeri. Depresi bisa membawa kamu pada beberapa masalah kesehatan seperti sakit kepala, kram perut, sakit perut, atau masalah pencernaan lainnya.

Membedakan kesepian normal dan kesepian yang dikarenakan oleh depresi bisa membantu kamu memilih solusi dan perawatan yang tepat, baik untuk diri sendiri atau orang terkasih Anda. Jika memang keluhan yang kamu rasakan masih sangat sulit untuk dikendalikan, maka kamu bisa pergi ke psikolog atau psikiater untuk membantu kondisi kamu bisa lebih baik lagi. Jika perasaan ini berlarut dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengganggu kesehatan mental secara perlahan-lahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here